AXOIMATIC

Imbauan dari AERIS


Poin-poin Penting

  • Akun ini tidak ada sangkut pautnya dengan Lee Heeseung Enhypen maupun agensi yang menaungi, murni meminjam wajah untuk main peran saja.

  • Akun ini mungkin mengandung hal yang membuat tidak nyaman.

  • Baik karakter maupun penulis sudah berusia legal.

  • Akun ini selektif dalam hal mengikuti akun lain, jadi mohon dimaklumi.

  • Dilarang metagaming dan godmodding karakter ini tanpa persetujuan.

  • Kami tidak ragu memblokir atau membisukan akun yang membuat kami tidak nyaman, jadi mohon maaf.

  • Jika ada yang berpikir saya mirip dengan seseorang yang kalian kenal, mohon simpan sendiri sangkaan itu. Barangkali hanya mirip, kami tidak nyaman jika ditanya pertanyaan semacam, "Prev kamu A, ya?"

Brackets

Waduh, kacau = IC
"Waduh, kacau." = IC
( Waduh, kacau ) = OOC
AERIS Waduh, kacau = Penulis

Nama LengkapKen Elian Asabumi
Nama PanggilanKen
Tempat, Tanggal LahirPalembang, 9 September 1999
TB/BB185cm / 70kg
Golongan DarahA+
MBTIINTJ

TRIVIA

  • Suka memotret

  • Tidak bisa hidup tanpa kopi dan alkohol

  • Punya 3 anjing

  • Lebih suka makanan asin dibanding manis

  • Terkadang suka menyanyi, bermain musik, bahkan jelajahi malam di kala stress mengejar gelar master.

  • Tidak akur dengan ayahnya.

  • Walaupun ibunya ikut menyetir kehidupannya, setidaknya perlahan sang ibu mulai paham jika anak semata wayangnya sudah dewasa dan bisa "dilepas".

  • Akhir-akhir ini dekat sang ibu.

  • Diam-diam beli apartemen dari uang bulanan sejak semasa sekolah.

  • Iya, uang jajan bulanannya banyak.

KISAH SINGKATNYA

Terlahir dari keluarga sendok perak asal Palembang, bukan berarti ia bisa hidup semaunya. Dengan titel sebagai anak tunggal, Ken harus disetir sejak lahir agar bisa menjadi penerus keluarga Asabumi. Selama ini ia tak pernah merasakan kebebasan, bahkan sekadar memakai pakaian untuk sehari-hari pun terkadang harus diatur oleh sang ibu; setidaknya sampai ia mulai masuk kuliah, ia merasa mulai bebas meski pada awalnya ia kesulitan dalam membuat keputusan. Tapi, bukankah anak yang selalu disetir memang seperti itu?Ia menempuh pendidikan di bidang pertanian untuk jenjang S1 dan lanjut di bidang administrasi bisnis di S2. Ken sengaja melama-lamakan masa sekolahnya karena tak ingin buru-buru mewarisi kekayaan ayahnya. Ia merasa harus terus belajar terutama tentang dunia luar. Ingat, dia kesulitan mengambil keputusan, bukan?